Jumat, 04 Februari 2011

Ketika Guru Terbaikku Pergi ...

     Tepat pukul 09.00, aku dipanggil kakakku. Dia memperlihatkan isi sms yang diterimanya dari temannya pagi tadi:


Innalillahi wa inna ilaihi raji'un ... telah meninggal guru kita, Ibu Endang Puji Astuti pada hari Kamis 3 Februari 2011 pukul 02.05 pagi. 


Betapa kagetnya aku waktu itu. Mam Endang, yang menderita kangker payudara meninggal Begitu cepatkah? Segera kurebut laptop yang sedang dimainkan adikku (ceritanya lagi UH), dan membuka fb. Benar saja, kebanyakan statusnya tentang Mam Endang semua. Aku juga lihat status Fahira yang memampang foto Mam Endang terbungkus kain kafan di keranda mayat. Tumpahlah air mataku. Kuberitahu keluargaku dengan terisak-isak. Guru Biology ku yang dirawat sejak lama memang aku tunggu sekali sembuhnya beliau. Untuk mengajar lagi kami sekelas. Awalnya, mau jenguk seminggu yang lalu ... tapi pada nggak bisa. Terus, kata Mam Ayu, wali kelasku, nanti akan dipilih beberapa perwakilan dari kelasku untuk menjenguk Mam Endang. Tapi, itu semua sudah terlambat. Kartu ucapan yang telah kubuat dengan Lala sia-sia ... juga rencana kami untuk membawa bunga dari sedotan untuk Mam Endang sia-sia .... Tapi, aku yakin, walaupun Mam Endang telah tiada, beliau masih melihatku, dan menyemangatkanku di atas sana!

Kepergiannya

Fajar menyingsing
Menoreh semangat,
di pagi hari

Namun,
langit yang begitu cerah
Berubah,
menjadi kelabu

Derai air mata
Menghapus semua,
keceriaan hari ini

Guruku,
guruku t’lah tiada
Kembalilah beliau pada Ilahi

Mengapa ia harus menanggung derita?
Sebelum akhirnya binasa
Mengapa ia harus merasakan luka?
Sebelum akhirnya tiada

Ya, Allah
Kau cabut dia,
sebelum sempat hamba bahagiakannya
Kau panggil dia,
sebelum sempat hamba menghapus deritanya
Kau  ambil dia,
sebelum sempat hamba lihat senyum terakhirnya

Berikan Firdaus-Mu untuknya
Berikan kebahagiaan di sisi-Mu untuknya
Berikan pengampunan-Mu untuknya

Walaupun mentari itu t’lah sirna
Aku tetap merasakan hangatnya,
keberadaannya,
dan keindahannya,
dalam hati






"Mam Endang ..., tersenyumlah. Dan lihat aku, dari surga."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan bagi kalian yang mau comment. Please, take in here! :)